Langsung ke konten utama

Postingan

PEREMPUAN DAN WACANA LITERASI DIGITAL

  Oleh: Musina Albar Ketua Umum Kohati HMI Komisariat Syariah IAIN Ternate  Secara etimoligi kata literasi berasal dari bahasa latin yaitu “literatus” yang diartikan sebagai orang yang belajar dalam hal ini yang berkaitan dengan membaca dan menulis sedangkan secara terminoligi literasi adalah suatu kegiatan pengembangan diri seseorang untuk memahami, menganalisis dan mengimplementasikan informasi yang di dapatkan pada saat membaca atau pun menulis.  Menurut Alberta bahwa literasi adalah kemampuan membaca dan menulis, menambah pengetahuan dan keterampilan, berpikir kritis dalam memecahkan masalah, serta kemampuan berkomunikasi secara efektif yang dapat mengembangkan potensi dan berpartisipasi dalam kehidupan masyarakat. Dalam istilah literasi tentunya mempunyai tujuan dan manfaat yang baik sehingga dapat di jadikan sebagai praktik kultural oleh sebagaian masyarakat, tujuan literasi ialah untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat dengan cara membaca berbagai informasi yang ...
Postingan terbaru

PERKEMBANGAN MEDIA DAN ORIENTASI PEREMPUAN

Oleh: Musina Albar Ketua Bidang Internal Kohati Komisariat Syariah IAIN Ternate Media di artikan sebagai alat perantara antara pengirim informasi yang berfungsi sebagai sumber atau resources dan penerima informasi atau receiver, media juga merupakan sarana komunikasi yang digunakan masyarakat dari dua pihak yang dimana ada pemberi dan penerima informasi. Perkembangan media pada era modern ini, suda tentu sangat berpengaruh pada setiap aktivitas kehidupan masyarakat baik secara umum maupun privat. Perkembangan media dari dulu sampai pada era modern ini memiliki fungsi dan peran yang sama yaitu dapat mempermudah masyarakat untuk berkomunikasi dan mendapatkan informasi dengan cepat baik jarak yang cukup jauh maupun jarak dekat. Namun, kerap kali media mengekspos berita yang tidak sesuai (hoax), hal-hal yang sifatnya privat pun sering diekspos oleh media. Begitupun dalam kehidupan perempuan, dengan berkembangnya media sangat mempengaruhi cara komunikasi dan berekspresi seorang perempuan. T...

Kolaborasi Mahasiswa KKN ABCD TAHAP II IAIN TERNATE Bersama Ibu-ibu Majelis Ta'lim Dalam Menyambut Maulid Nabi

Kita semua mengetahui bahwa tepatnya pada 12 Rabiul awal disebut dengan bulan maulid sebagai umat Islam sudah pastinya membudidayakan  perayaan hari besarnya Nabi Muhammad SAW (Kelahiran Nabi Muhammad SAW) yang ke-1444 hijriah sebagai bentuk rasa cinta yang paling dalam  kepada Nabi Muhammad SAW dan menunjukkan sila keislaman kita sebagai umat islam, dan juga memperingati Maulid Nabi ini adalah mengingatkan manusia tentang Risalah dan Sirah Nabi SAW, dengan begitu umat Islam akan memahami bahwa satu-satunya Tauladan adalah Nabi Muhammad SAW.  Jika ulama ataupun pahlawan dikenang setelah hari  wafatnya setelah terlihat jasa dan perjuangannya semasa hidupnya, sementara Nabi Muhammad SAW sebelum kelahirannya pun, sudah membawa keberkahan bagi seluruh alam, hal ini dapat disebut sebagai kewajiban para umat Islam, Perayaan Maulid Nabi dapat diisi dengan berbagai ibadah, Sehingga Tepatnya pada tanggal 8 Oktober 2022 sejumlah mahasiswa KKN ABCD TAHAP II IAIN TERNATE yang di...

HMI DAN HARAPAN MASYARAKAT INDUSTRI

Oleh: Ramdani Bader Ketua Umum HMI Komisariat Syari'ah Iain Ternate Himpunan mahasiswa Islam atau HMI merupakan salah satu wadah pemersatu seluruh anak bangsa, dengan berdasarkan pada prinsip keumatan dan kebangsaan. Melabelkan diri sebagai organisasi Islam, menjadikan nasionalisme sebagai teklain perjuangan. Kondisi Keislaman, keindonesiaan dan kemahasiswaan menjadi pijakan awal himpunan ini muncul untuk membebaskan belenggu yang ada pada rakyat Indonesia saat itu.  Kenikmatan proses dalam himpunan ini telah mengajak seluruh kader untuk berpikir objektif, kritis, rasional dan sistematis upaya untuk selalu berpihak pada kebenaran (independen).  Hmi dan Masyarakat pada umumnya telah menjadikan kepercayaan religius sebagai perekat dasar dalam pemersatu bangsa dengan berbagai ritualnya. Konsepsi tentang ketenagakerjaan tidak menjadi prioritas dalam paradigma masyarakat agamais, bahkan sedikit tempramen ketika  diskursus tentang struktur ketenagakerjaan.  Maluku Utara sa...

HARAPAN KOHATI DALAM MENYAMBUT MILLAD KOHATI KE 56

OLEH : KOHATI KOMISARIAT SYARIAH IAIN TERNATE Kohati ialah satu lembaga dalam HMI yang menghimpun seluruh kader HMI-Wati, dibentuk pada 11 Juni 1966 dan di sahkan pada 17 September 1966. Awal mula pembentukan KOHATI mengalami berbagai macam tantangan baik itu internal maupun eksternal, namun tantangan dan rintangan itu mampu terlewati hingga saat ini berkat semangat dan konsistensi kader-kader KOHATI.  17 september 1966 M, perjuangan yang begitu banyak makna. Korps HMI-Wati adalah salah satu Lembaga khusus dari Himpunan Mahasiswa Islam. Tanpa disadari hari ini KOHATI sudah memasuki usia yang ke-56 tahun, umur ini bukanlah umur yang masih muda jika di ibaratkan pada umur manusia umur ini adalah rentang tertua, jika dipandang fisiknya ia akan terbaring di tempat tidur dan mungkin sudah tak berdiri tegak lagi. Sejarah tersebut adalah trgedi pertumbuhan Darah perjuangan yaitu semangat membasahi Seluruh tubuh para pejuang. Meski demikian KOHATI telah lahirkan dan tak dapat dinafikan bah...

WOMEN NOT ONLY IN THE MIND

Oleh: Nursalimah Yoisangaji Sekertaris Kohati HMI Komisariat Syariah Iain Ternate Periode 2022-2023 Di dalam pandangan masyarakat perempuan adalah suatu keutuhan dalam meningkatkan potensi sebagai produk domestik dengan terus menempatkan perempuan sebagai skala subordinasi. hal ini bukanlah stigma yang baru terdengar di telinga, bahkan menjadi suatu keudayaan masyarakat secara meluas terhadap perempuan, hal ini dapat dijuluki sebagai diskriminasi dasar terhadap perempuan. karena pandanggan atau pola berfikir masyarakat terhadap perempuan hanyalah pada sisi terendah, hal ini akan menjadi budaya yang terstruktur sehingga akan berdampak pada setiap generasi perempuan yang akan terkungkung atas budayanya dan ruang berekspresi untuk perempuan sudah tidak lagi di mumpuni, dengan demikian stigma-stigma ini dapat menghadir problem yang secara otomatis membuat ruang gerak perempuan itu vakum.  paradigma masyarakat inilah yang harus diubah, dengan cara perempuan terus menghadirkan sesuatu ya...

MATI ATAU HIDUP?

Oleh: Nurkila Abija PJ Ketua Kohati HMI Komisariat Syariah IAIN Ternate, Periode 2021-2022 Telah di ketahui bersama jika orang yang meninggalkan dunia akan menebar hal-hal yang bersifat negatif. Jangankan matinya, hidupnya saja itu tak ubanya seperti orang yang mati. Namun hal ini senada dengan ungkapan dari Hudzaifah Bin Yaman r.a. saat beliau ditanya mengenai orang yang hidup tapi mati, secara jelas beliau mengatakan: “yaitu orang yang tak mencegah kemungkaran dengan tangannya, tidak juga dengan lisan dan hatinya.” (Mawa,izh as., shahabah, Shalih Ahmad al Syami).  Dari penjabaran tersebut bahwa orang yang sama sekali tidak memberikan kontribusi positif adalah merupakan orang yang telah mati, meskipun sejatinya ia masih dalam keadaan hidup sebut saja pejabat atau elit politik dinegri ini. Tentu sudah tak asing mendengar persoalan klasik yang hampir tak kunjung tuntas, mengapa? Sebab mulai dari pagi kita mendengar media yang selalu saja mengimformasikan perihal korupsi. Seperti kit...