Perkembangan media pada era modern ini, suda tentu sangat berpengaruh pada setiap aktivitas kehidupan masyarakat baik secara umum maupun privat. Perkembangan media dari dulu sampai pada era modern ini memiliki fungsi dan peran yang sama yaitu dapat mempermudah masyarakat untuk berkomunikasi dan mendapatkan informasi dengan cepat baik jarak yang cukup jauh maupun jarak dekat. Namun, kerap kali media mengekspos berita yang tidak sesuai (hoax), hal-hal yang sifatnya privat pun sering diekspos oleh media.
Begitupun dalam kehidupan perempuan, dengan berkembangnya media sangat mempengaruhi cara komunikasi dan berekspresi seorang perempuan. Tanpa di sadari ternyata media sudah tidak bisa dilepas pisahkan dari kehidupan seorang perempuan, media juga tentunya mempunyai sisi positif dan negatif untuk kaum perempuan. Sisi positifnya adalah dapat membantu kaum perempuan untuk mengetahui setiap kasus-kasus pelecehan seksual yang terjadi pada kaum perempuan dan sisi negatifnya adalah kehidupan perempuan dalam perkembangan media menjadi satu problem karena saat ini tubuh perempuan sedang di jadikan bahan eksploitasi.
Seperti yang diramalkan oleh Alfin Tofler. Pertama, perempuan dalam ranah informasi yang berkembang pesat akibat kemajuan teknologi informasi, hanya menjadi objek nalar patriarki yang bekerja di belakang media massa. Kedua, perempuan dalam visualisasi media massa, hanyalah alat akumulasi modal berdasarkan streotipnya sebagai objek hasrat. Ketiga perempuan dalam permberitaan-pemberitaan media massa seringkali menjadi korban akibat repotase yang tidak berprespektif perempuan.
Dari ramalan Alfin Tofler di atas dapat di tafsirkan bahwa sebenarnya sistem kapitalis sengaja memanfaatkan perkembangan media untuk menjadikan perempuan sebagai objek pemuas dan alat akumulasi modal, banyak sekali instrument-instrumen yang dibuat untuk mempengaruhi kehidupan perempuan misalnya seperti aplikasi tiktok, instagram dan lainya.
Dengan aplikasi tiktok perempuan dapat mengekspresikan dirinya di dalam video-video yang menunjukan lekuk tubuh seorang perempuan begitu juga dengan aplikasi instagram, dalam instagram banyak sekali filter yang membuat wajah seseorang perempuan menjadi cantik dan mulus. Dari sini kita bisa melihat bahwa ternyata yang banyak menggunakan aplikasi-aplikasi tersebut adalah perempuan. Mengapa perempuan yang lebih dominan dalam menggunakan aplikasi-aplikasi ini? Itu karena perempuan terlalu identik dengan hal unik dan indah sehingga perempuan terjebak dengan aplikasi tersebut, tanpa disadari ternyata hal tersebut dapat membunuh karakter dan rasa percaya diri seorang perempuan
Bahkan kita bisa lihat banyak sekali tubuh perempuan yang ditampilkan di media massa, perempuan sering kali menjadi testimonial dari setiap produk-produk yang dibuat. Yang di tampilkan media saat ini hanya tentang kecantikan, body mulus dan cara penampilan seorang perempuan, jarang sekali kita temukan media yang mengekspos seorang perempuan dengan wawasan atau pengetahuan yang luar bisa.
Sehingga tak mengherankan jika kebanyakan perempuan-perempuan diluar sana hanya mengutamakan kecantikan dan penampilan yang menarik. Seperti yang terjadi dilingkungan kita, banyak sekali teman-teman perempuan kita hanya sibuk mempercantik muka, melangsingkan tubuh dan memperbaiki penampilan mereka untuk menarik perhatian orang-orang disekitar, bisa kita katakan bahwa pada era ini adalah era revolusi fashion. Hal tersebut sangat merugikan bagi kita sebagai perempuan dan menguntukan bagi pihak-pihak tertentu yang sengaja menggunakan tubuh perempuan sebagai alat akumulasi modal.
Maka dari itu, kita sebagai perempuan harus cerdas dalam menggunakan media, memberi batasan pada penggunaan media dan harus mampu membedakan hal yang positif maupun negatifnya media, sehingga kita terhindar dari kecanduan dengan aplikasi tiktok dan instagram dan hal-hal yang merugikan kita sebagai perempuan.

Komentar
Posting Komentar
Mohon berkomentar dengan sopan