Langsung ke konten utama

PERKEMBANGAN MEDIA DAN ORIENTASI PEREMPUAN

Oleh: Musina Albar
Ketua Bidang Internal Kohati Komisariat Syariah IAIN Ternate

Media di artikan sebagai alat perantara antara pengirim informasi yang berfungsi sebagai sumber atau resources dan penerima informasi atau receiver, media juga merupakan sarana komunikasi yang digunakan masyarakat dari dua pihak yang dimana ada pemberi dan penerima informasi.

Perkembangan media pada era modern ini, suda tentu sangat berpengaruh pada setiap aktivitas kehidupan masyarakat baik secara umum maupun privat. Perkembangan media dari dulu sampai pada era modern ini memiliki fungsi dan peran yang sama yaitu dapat mempermudah masyarakat untuk berkomunikasi dan mendapatkan informasi dengan cepat baik jarak yang cukup jauh maupun jarak dekat. Namun, kerap kali media mengekspos berita yang tidak sesuai (hoax), hal-hal yang sifatnya privat pun sering diekspos oleh media.

Begitupun dalam kehidupan perempuan, dengan berkembangnya media sangat mempengaruhi cara komunikasi dan berekspresi seorang perempuan. Tanpa di sadari ternyata media sudah tidak bisa dilepas pisahkan dari kehidupan seorang perempuan, media juga tentunya mempunyai sisi positif dan negatif untuk kaum perempuan. Sisi positifnya adalah dapat membantu kaum perempuan untuk mengetahui setiap kasus-kasus pelecehan seksual yang terjadi pada kaum perempuan dan sisi negatifnya adalah kehidupan perempuan dalam perkembangan media menjadi satu problem karena saat ini tubuh perempuan sedang di jadikan bahan eksploitasi.

Seperti yang diramalkan oleh Alfin Tofler. Pertama, perempuan dalam ranah informasi yang berkembang pesat akibat kemajuan teknologi informasi, hanya menjadi objek nalar patriarki yang bekerja di belakang media massa. Kedua, perempuan dalam visualisasi media massa, hanyalah alat akumulasi modal berdasarkan streotipnya sebagai objek hasrat. Ketiga perempuan dalam permberitaan-pemberitaan media massa seringkali menjadi korban akibat repotase yang tidak berprespektif perempuan.

Dari ramalan Alfin Tofler di atas dapat di tafsirkan bahwa sebenarnya sistem kapitalis sengaja memanfaatkan perkembangan media untuk menjadikan perempuan sebagai objek pemuas dan alat akumulasi modal, banyak sekali instrument-instrumen yang dibuat untuk mempengaruhi kehidupan perempuan misalnya seperti aplikasi tiktok, instagram dan lainya.

Dengan aplikasi tiktok perempuan dapat mengekspresikan dirinya di dalam video-video yang menunjukan lekuk tubuh seorang perempuan begitu juga dengan aplikasi instagram, dalam instagram banyak sekali filter yang membuat wajah seseorang perempuan menjadi cantik dan mulus. Dari sini kita bisa melihat bahwa ternyata yang banyak menggunakan aplikasi-aplikasi tersebut adalah perempuan. Mengapa perempuan yang lebih dominan dalam menggunakan aplikasi-aplikasi ini?  Itu karena perempuan terlalu identik dengan hal unik dan indah sehingga perempuan terjebak dengan aplikasi tersebut, tanpa disadari ternyata hal tersebut dapat membunuh karakter dan rasa percaya diri seorang perempuan

Bahkan kita bisa lihat banyak sekali tubuh perempuan yang ditampilkan di media massa, perempuan sering kali menjadi testimonial dari setiap produk-produk yang dibuat. Yang di tampilkan media saat ini hanya tentang kecantikan, body mulus dan cara penampilan seorang perempuan, jarang sekali kita temukan media yang mengekspos seorang perempuan dengan wawasan atau pengetahuan yang luar bisa.

Sehingga tak mengherankan jika kebanyakan perempuan-perempuan diluar sana hanya mengutamakan kecantikan dan penampilan yang menarik. Seperti yang terjadi dilingkungan kita, banyak sekali teman-teman perempuan kita hanya sibuk mempercantik muka, melangsingkan tubuh dan memperbaiki penampilan mereka untuk menarik perhatian orang-orang disekitar, bisa kita katakan bahwa pada era ini adalah era revolusi fashion. Hal tersebut sangat merugikan bagi kita sebagai perempuan dan menguntukan bagi pihak-pihak tertentu yang sengaja menggunakan tubuh perempuan sebagai alat akumulasi modal.

Maka dari itu, kita sebagai perempuan harus cerdas dalam menggunakan media, memberi batasan pada penggunaan media dan harus mampu membedakan hal yang positif maupun negatifnya media, sehingga kita terhindar dari kecanduan dengan aplikasi tiktok dan instagram dan hal-hal yang merugikan kita sebagai perempuan.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

PEREMPUAN DAN WUJUD LUKA

Oleh:   Nursalima Yoisangaji Yang  menjadi  pusat  perhatian  masyarakat secara umum terhadap perempuan adalah suatu objek yang tiada arti, lemah, terendah. Banyaknya stigma-stigma buruk yang selalu coba dilontarkan kepada setiap perempuan, hal ini yang menjadi kecenderungan dan budaya masyarakat secara sistematik. Langkah yang di ambil oleh setiap perempuan selalu menghadirkan pemahaman yang menyesatkan bagi perempuan sendiri, sekalipun dalam hal kebaikan dan kebenaran yang seharusnya kita bisa berbangga atas itu. Bagaimana seorang perempuan itu bisa menggali potensi dasarnya sebagai mahluk tuhan (perempuan), Imam Khomeini coba membuka cakrawala potensi yang dimiliki seorang perempuan. Pentingnya peran perempuan dalam membangun sebuah peradaban. Namun Sulit untuk menyatakan secara pasti jika kesadaran dan cara berfikir masyarakat masihlah berbekas kebudayaan silam Yang selalu menganggap suatu keberhasilan takkan bisa di genggam oleh yang namanya perempuan Hal i...
 SEKTOR PARIWISATA NYARIS TUMBANG AKIBAT COVID-19 Oleh: Astuti Alim     Wasek Internal Kohati komisariat syariah Dalam kehidupan, manusia selalu berusaha untuk memenuhi segalah kebutuhanya,Meskipun pada akhirnya tidak semua kebutuhan tersebut dapat di penuhi di karenakan banyak faktor yang mempengaruhinya di antaranya: kemampuan financial, kesadaran, maupun keterbatasan jumlah barang dan jasa yang tidak sebanding dengan meningkatnya kebutuhan manusia yang seolah-olah tidak terbatas. Sejak adanya instrruksi menjaga jarak sosial dan beraktifitas di rumah saja, sektor pariwisata lesu. Bahkan kelesuan itu sudah di rasakan sebelum Indonesia mengumumkan pada pasien positif corona pada awal Maret 2020 lalu. Dampak COVID – 19  yang muncul sejak akhir tahun 2019 lalu tidak hanya kesehatan saja, perokonomkan di berbagai Negara pun turut terkena imbasnya. Indusrti pariwisata sala satunya, Melemahnya industry pariwisata akibat COVID-19 hal ini juga terjadi di Indonesia beberapa ...

WOMEN NOT ONLY IN THE MIND

Oleh: Nursalimah Yoisangaji Sekertaris Kohati HMI Komisariat Syariah Iain Ternate Periode 2022-2023 Di dalam pandangan masyarakat perempuan adalah suatu keutuhan dalam meningkatkan potensi sebagai produk domestik dengan terus menempatkan perempuan sebagai skala subordinasi. hal ini bukanlah stigma yang baru terdengar di telinga, bahkan menjadi suatu keudayaan masyarakat secara meluas terhadap perempuan, hal ini dapat dijuluki sebagai diskriminasi dasar terhadap perempuan. karena pandanggan atau pola berfikir masyarakat terhadap perempuan hanyalah pada sisi terendah, hal ini akan menjadi budaya yang terstruktur sehingga akan berdampak pada setiap generasi perempuan yang akan terkungkung atas budayanya dan ruang berekspresi untuk perempuan sudah tidak lagi di mumpuni, dengan demikian stigma-stigma ini dapat menghadir problem yang secara otomatis membuat ruang gerak perempuan itu vakum.  paradigma masyarakat inilah yang harus diubah, dengan cara perempuan terus menghadirkan sesuatu ya...