Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2021
                  Krisis Identitas Kader HMI                                                Oleh:   Dhany Bader               KADER HMI KOMISARIAT SYARIAH Lafran Pane sebagai pemerkasa berdirinya Himpunan Mahasiswa Islam (HmI) Pada tangal 14 Rabiul Awal 1366 H bertepatan dengan tangal 5 Februari 1947 M  sebagai wadah pemersatu mahasiswa muslim dan nahkoda perjuangan generasi muda. Upaya Untuk menghadapi ancaman kolonial Belanda Dengan misi zendingya yakni 3G dan segelintir orang lainya. Himpunan Mahasiswa Islam yang awalnya bersaskan Islam telah menuntut kaders HmI untuk menjadi Intelektual Ulama dan Ulama Intelektual.  Narasi diatas penulis melihat riwayat hidupnya Lafran pane yang termotivasi dengan beberapa organisasi antara lain: Jond Islamic Bond (JIB) dan Studenten...
"Bahayanya Pergaulan Bebas Di Kalangan Remaja"                          Oleh: Munjia Ridwan Wasek Bidang Eksternal Kohati Komisariat Syariah Dikalangan masyarakat, saat ini mungkin  kita sudah tak asing lagi mendengarkan tentangpengaruh dari pergaulan bebas yang mengakibatkan hancurnya masa depan anak mudah (remaja), yang banyak di bicarakan di dalam kalangan masyarakat terkhususnya di lingkungan sosial kita sehari-hari. Disini Penulis akan sedikit mejelaskan tentang pengertian dari pergaulan bebas. Pergaulan bebas merupakan salah satu bentuk perilaku yang menyimpan (perilaku yang tidak sesuai dengan norma-norma dan hukum yang ada di dalam kehidupan masyarakat), melewati batas dan kewajiban, tuntutan, aturan, syarat perasaan malu. Pergaulan bebas harus di hindari karena dapat membahayakan kesehatan dan dapat merusak masadepan setiap anak mudah (remaja). Pergaulan bebas bisa terjadi karena salah dalam memilih teman, ra...
                    PEREMPUAN DAN HIJAB Oleh: Arfa R Korois Kabid Eksternal Kohati Komisariat Syariah. Hijab Dalam(bahasa Arab)Adalah “Penghalang atau penutup” Hijab adalah segalah hal yang dituntut untuk ditutupi atau terlarang untuk menggapainya.Di antara penerapan maknanya,hijab dimaknai dengan as sitr (penutup), yaitu yang menghalangi sesuatu agar tidak bisa terlihat. Perempuan Adalahmakhluk yang di ciptakan Tuhan yang memiliki  Rahim dan sifat malu.Perempuan juga sering kali diibaratkan sebagai sesok yang lemah lembut tidak sama dengan laki-laki yang di anggap sebagai sesok yang sangat kuat untuk melakukan hal-hal yang berotot . Hijab perempuan bukan menjadi pembatas kebebasan di dalam berkarir malah memberikan perempuan peluang yang bagus dan mudah dalam beribadah sekaligus bekerja. Banyak peluang kerja seperti dokter, guru, petani dan lainnya yang dapat diambil perempuan tanpa harus melepas hijabnya. Orang lain pun akan mengh...
 SEKTOR PARIWISATA NYARIS TUMBANG AKIBAT COVID-19 Oleh: Astuti Alim     Wasek Internal Kohati komisariat syariah Dalam kehidupan, manusia selalu berusaha untuk memenuhi segalah kebutuhanya,Meskipun pada akhirnya tidak semua kebutuhan tersebut dapat di penuhi di karenakan banyak faktor yang mempengaruhinya di antaranya: kemampuan financial, kesadaran, maupun keterbatasan jumlah barang dan jasa yang tidak sebanding dengan meningkatnya kebutuhan manusia yang seolah-olah tidak terbatas. Sejak adanya instrruksi menjaga jarak sosial dan beraktifitas di rumah saja, sektor pariwisata lesu. Bahkan kelesuan itu sudah di rasakan sebelum Indonesia mengumumkan pada pasien positif corona pada awal Maret 2020 lalu. Dampak COVID – 19  yang muncul sejak akhir tahun 2019 lalu tidak hanya kesehatan saja, perokonomkan di berbagai Negara pun turut terkena imbasnya. Indusrti pariwisata sala satunya, Melemahnya industry pariwisata akibat COVID-19 hal ini juga terjadi di Indonesia beberapa ...
  "Perempuan dan budaya masyarakat"                      Oleh: Nursalima Yoisangaji Di dalam pandangan masyarakat perempuan adalah suatu keharusan dalam meningkatkan potensi  sebagai ibu rumah tangga. Dengan terus menepati perempuan sebagai skala subordinasi. Hal ini bukanlah pembahasan yang baru terdengar di telinga bahkan menjadi suatu kebiasaan masyarakat setempat, terhadap perempuan sepertinya hal ini bisa di juluki sebagai diskriminasi terhadap perempuan.  mengapa saya katakan demikian karena pandangan masyarakat perihal layaknya tempat perempuan adalah dapur, pandangan inilah yang   salah, suda saatnya masyarakat harus jeli dalam menempatkan pandangannya, bisa meletakkan mana seharusnya kodrat dan peran,K suda tidak lagi bicara mengenai peran bukanlah soal siapa yang menafkahi dan siapa yang ternafkahi. Jikalau kita kembali meninjaunya pandangan-pandangan masyarakat ini akan terus menjadi budaya sehing...