Langsung ke konten utama

PEREMPUAN DAN WACANA LITERASI DIGITAL

 

Oleh: Musina Albar

Ketua Umum Kohati HMI Komisariat Syariah IAIN Ternate 

Secara etimoligi kata literasi berasal dari bahasa latin yaitu “literatus” yang diartikan sebagai orang yang belajar dalam hal ini yang berkaitan dengan membaca dan menulis sedangkan secara terminoligi literasi adalah suatu kegiatan pengembangan diri seseorang untuk memahami, menganalisis dan mengimplementasikan informasi yang di dapatkan pada saat membaca atau pun menulis. 

Menurut Alberta bahwa literasi adalah kemampuan membaca dan menulis, menambah pengetahuan dan keterampilan, berpikir kritis dalam memecahkan masalah, serta kemampuan berkomunikasi secara efektif yang dapat mengembangkan potensi dan berpartisipasi dalam kehidupan masyarakat.

Dalam istilah literasi tentunya mempunyai tujuan dan manfaat yang baik sehingga dapat di jadikan sebagai praktik kultural oleh sebagaian masyarakat, tujuan literasi ialah untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat dengan cara membaca berbagai informasi yang bermanfaat, meningkatkan pemahaman seseorang dalam menganalisa informasi yang di dapatkan atau di baca, menumbuhkan budi pekerti yang baik dalam diri seseorang. Sedangkan manfaat literasi sendiri ialah dapat menambah kosa kata, meningkatkan kemampuan seseorang dalam berpikir dan analisis, mendapat berbagai informasi dan pengetahuan baru dan dapat mengembangkan daya ingat seseorang.

Dengan berkembangnya zaman istilah literasi pun mulai berkembang, yang dulunya literasi di defenisiskan sebagai kemampuan membaca dan menulis namun saat ini istilah literasi sudah dapat di defenisiskan secera luas dan bahkan sudah menjadi praktik kultural untuk sebagian masyarakat. Literasi juga kini mempunyai ungkapan yang bervariasi seperti literasi sain, literasi sekolah, literasi digital, paradigma baru dalam memaknai literasi  ini sehingga adanya variasi ungkapan terhadap literasi.

Literasi digital diartikan sebagai kemampuan  membaca dan menulis karya ilmiah yang berbentuk digital. Literasi digital sudah banyak di temukan di internet karena ada sebagian kelompok yang memanfaatkan perkembangan digital sehingga mereka menciptakan berbagai macam bentuk literasi digital salah satunya bentuk aplikasi yang berisi buku-buku bacaan yang lengkap yaitu seperti aplikasi Google Play Books, iPusnas atau pun bahan bacaan lainya yang berbentuk digital. 

Menurut Paul Gislet seorang penulis dari buku yang berjudul digital literacy yang diterbitkan pada tahun 1997 mengartikan bahwa pengertian literasi digital adalah kemampuan seseorang dalam memanaatkan informasi dalam berbagai bentuk, baik itu dari sumber perangkat computer ataupun dari ponsel.

Hadirnya literasi digital sangat bermanfaat bagi masyarakat, contohnya pada saat covid19 terjadi seluruh masyarakat dilarang untuk keluar dan berkumpul dengan orang lain tetapi dengan literasi digital tersebut guru dan murid dapat melakukan proses pembelajaran melalui internet, begitupun bagi akademis mereka bisa mengakses ilmu pengetahuan dari berbagai media.  Penerapan literasi digital juga dapat membantu masyarakat agar jauh lebih bijak dalam menggunakan serta mengakses informasi.

Literasi digital tentunya juga berhubungan dengan perempuan karena  pada masa sekarang ini perempuan telah diberikan hak yang sama dengan laki-laki dalam dunia pendidikan, sehingga perempuan juga dapat memanfaatkan perkembangan literasi digital untuk mengembangkan potensi dirinya dalam hal membaca dan menulis agar tidak terjebak oleh hall negatifnya digital. 

Mengapa di katakan hal negatifnya digital? Karena  dengan perkembangan digital pada saat ini system kapitalis menggunakan media dan teknologi untuk menjadikan perempuan sebagai bahan eksploitasi, sebagaimana yang kita ketahui bersama bahwa perempuan sering dijadikan sebagai testimonial suatu produk kecantikan yang di tampilkan diberbagai macam media baik televise (tv), koran, majalah dan lainya. Bukan saja testimonial suatu produk tetapi ada juga sebagian aplikasi yang di buat untuk memperdaya perempuan sehingga terjerumus dalam hal-hal yang tidak di inginkan.

Dengan hadirnya literasi digital ini eksistensi atau keberadaan perempuan dalam literasi digital harus lebih di tingkatkan agar kemampuan perempuan untuk menganalisis suatu informasi bisa berkembang dengan baik karena perempuan berperan aktif sebagai jendela pengakses informasi. Kurangnya literasi digital terhadap perempuan akan berdampak buruk apa lagi jika dia seorang ibu maka akan berdampak pada anak karena kurangnya pengawasan sehingga mengakibatkan anak yang kecanduan pada gadget dan melakukan hal-hal yang negatif.

Oleh karena itu perempuan diharuskan untuk mempunyai keahlian dalam literas digital agar dapat menyesuikan diri dan dapat berdaya untuk menjaga dan melindungi dirinya serta generasinya kedepan, 






Komentar

Postingan populer dari blog ini

PEREMPUAN DAN WUJUD LUKA

Oleh:   Nursalima Yoisangaji Yang  menjadi  pusat  perhatian  masyarakat secara umum terhadap perempuan adalah suatu objek yang tiada arti, lemah, terendah. Banyaknya stigma-stigma buruk yang selalu coba dilontarkan kepada setiap perempuan, hal ini yang menjadi kecenderungan dan budaya masyarakat secara sistematik. Langkah yang di ambil oleh setiap perempuan selalu menghadirkan pemahaman yang menyesatkan bagi perempuan sendiri, sekalipun dalam hal kebaikan dan kebenaran yang seharusnya kita bisa berbangga atas itu. Bagaimana seorang perempuan itu bisa menggali potensi dasarnya sebagai mahluk tuhan (perempuan), Imam Khomeini coba membuka cakrawala potensi yang dimiliki seorang perempuan. Pentingnya peran perempuan dalam membangun sebuah peradaban. Namun Sulit untuk menyatakan secara pasti jika kesadaran dan cara berfikir masyarakat masihlah berbekas kebudayaan silam Yang selalu menganggap suatu keberhasilan takkan bisa di genggam oleh yang namanya perempuan Hal i...
 SEKTOR PARIWISATA NYARIS TUMBANG AKIBAT COVID-19 Oleh: Astuti Alim     Wasek Internal Kohati komisariat syariah Dalam kehidupan, manusia selalu berusaha untuk memenuhi segalah kebutuhanya,Meskipun pada akhirnya tidak semua kebutuhan tersebut dapat di penuhi di karenakan banyak faktor yang mempengaruhinya di antaranya: kemampuan financial, kesadaran, maupun keterbatasan jumlah barang dan jasa yang tidak sebanding dengan meningkatnya kebutuhan manusia yang seolah-olah tidak terbatas. Sejak adanya instrruksi menjaga jarak sosial dan beraktifitas di rumah saja, sektor pariwisata lesu. Bahkan kelesuan itu sudah di rasakan sebelum Indonesia mengumumkan pada pasien positif corona pada awal Maret 2020 lalu. Dampak COVID – 19  yang muncul sejak akhir tahun 2019 lalu tidak hanya kesehatan saja, perokonomkan di berbagai Negara pun turut terkena imbasnya. Indusrti pariwisata sala satunya, Melemahnya industry pariwisata akibat COVID-19 hal ini juga terjadi di Indonesia beberapa ...

WOMEN NOT ONLY IN THE MIND

Oleh: Nursalimah Yoisangaji Sekertaris Kohati HMI Komisariat Syariah Iain Ternate Periode 2022-2023 Di dalam pandangan masyarakat perempuan adalah suatu keutuhan dalam meningkatkan potensi sebagai produk domestik dengan terus menempatkan perempuan sebagai skala subordinasi. hal ini bukanlah stigma yang baru terdengar di telinga, bahkan menjadi suatu keudayaan masyarakat secara meluas terhadap perempuan, hal ini dapat dijuluki sebagai diskriminasi dasar terhadap perempuan. karena pandanggan atau pola berfikir masyarakat terhadap perempuan hanyalah pada sisi terendah, hal ini akan menjadi budaya yang terstruktur sehingga akan berdampak pada setiap generasi perempuan yang akan terkungkung atas budayanya dan ruang berekspresi untuk perempuan sudah tidak lagi di mumpuni, dengan demikian stigma-stigma ini dapat menghadir problem yang secara otomatis membuat ruang gerak perempuan itu vakum.  paradigma masyarakat inilah yang harus diubah, dengan cara perempuan terus menghadirkan sesuatu ya...