Oleh: "RI" Saat aku mengenalmu, seminggu setelah hari itu cinta datang menemuiku. Dia menghampiriku tanpa permisi, menggangu perhatianku yang pada saat itu aku sedang mengantar senja pulang. Rutinitas yang ku lakukan sebelum aku di selimuti gelap, biasanya ku bawakan sepotong senja dari tepian pantai untukmu, di hari itu di gagalkan oleh cinta yang kedatangannya tidak ku kehendaki. Serentak dia bertanya kepadaku, “siapa yang harus ku tawan?” aku hanya terdiam dengan sedikit bingung lalu mengabaikan pertanyaannya. Lalu Dia mengulanginya sebanyak 3 kali. Dengan ketidak tahuanku akupun menyaut “apa maksudmu?” Dengan wajah tersenyum dia kemudian duduk di sampingku lalu memandangi jingga yang hampir berakhir dan berkata “untuk apa dengan sepotong senja yang kau bawakan pada seorang wanita di setiap harinya klau bukan karena rasa cinta?” lalu dia mengulangi lagi pertanyaan pertamanya, “siapa yang harus ku tawan”? Terlintas dalam pikiranku, dari pada banyak berdebat soal rasa leb...