Langsung ke konten utama

WOMEN NOT ONLY IN THE MIND

Oleh: Nursalimah Yoisangaji

Sekertaris Kohati HMI Komisariat Syariah Iain Ternate

Periode 2022-2023

Di dalam pandangan masyarakat perempuan adalah suatu keutuhan dalam meningkatkan potensi sebagai produk domestik dengan terus menempatkan perempuan sebagai skala subordinasi.

hal ini bukanlah stigma yang baru terdengar di telinga, bahkan menjadi suatu keudayaan masyarakat secara meluas terhadap perempuan, hal ini dapat dijuluki sebagai diskriminasi dasar terhadap perempuan. karena pandanggan atau pola berfikir masyarakat terhadap perempuan hanyalah pada sisi terendah, hal ini akan menjadi budaya yang terstruktur sehingga akan berdampak pada setiap generasi perempuan yang akan terkungkung atas budayanya dan ruang berekspresi untuk perempuan sudah tidak lagi di mumpuni, dengan demikian stigma-stigma ini dapat menghadir problem yang secara otomatis membuat ruang gerak perempuan itu vakum. 

paradigma masyarakat inilah yang harus diubah, dengan cara perempuan terus menghadirkan sesuatu yang produktif dan berdampak besar, agar dapat menggikat stigma dan pola pikir masyarakat

berkaca dari perjuangan-perjuangan perempuan dahulu, sejak 8 maret ialah sebagai sejarah tangisan air mata perlawanan kaum perempuan dalam teriakan dan gerakan kemerdekaan atas hak-haknya. 

tragedi silam para perempua-perempuan yang merasa ketidakadilan itu terjadi terhadap para perempuan menjadikan mereka kuat dalam bahu membahu demi mewujudkan kemerdekaan dan hak-hak perempuan yang dirampas bahkan bersemangat tinggi tanpa letih untuk menghilangkan pengmarginalisasi terhadap hak kaum perempuan. keterbelakanggan kaum perempuan pada abad-abad lalu kiralah cukup menjadikan perempuan sebagai skala subordinasi dimasa kini.

yang menjadi pusat perhatian masyarakat secara umum terhadap perempuan adalah suatu objek yang kehilanggan arti, lemah, dan terendah.

banyaknya stigma-stigma buruk yang selalu di lemparkan kepada setiap perempuan, hal ini yang menjadi kecenderungan dan sistem kebudayaan miris terhadap perempuan secara sistematis. 

hingganya itu langkah yang harus diambil oleh setiap perempuan adalah menghadirkan suatu pemahaman baru yang dapat menggeluarkan segala pemikiran sesat setiam pandangan masyarakat,.

bagaimana seorang perempuan dapat menggali potensi dirinya sebagai mahluk tuhan (perempuan), Imam khoimeini coba membuka cakrawala potensi yang dimiliki seorang perempuan. bahwa pentingnya dalam membanggun sebuah peradaban, namun sulit untuk menyatakan secara pasti jika kesadaran dan cara berfikir masyarakat masihlah bebrbekas kebudayaan silam. yang selalu menggangap suatu keberhasilan dan kesuksesan takkan mampu di genggam oleh yang namanya perempuan.

hal ini dikarena mayoritas orang-orang yang kehilangan cara berfikirnya, kesadaran untuk melakukan reiniterpretasi terhadap teks-teks yang memuat terhadap berbagai persoalan yang dapat menjelaskan eksistensi kaum perempuan, dengan ini harus adanya pencerahan pikiran para pemikir yang selalu mengulangi perkataan klisenya. dan disayangkan bagi para pengkonsumsi bahasa lama, dapat dibayangkan bahwa ada kekeliruan didalamnya. namun situasinya justru terbalik, bahwa sikap mengabaikan fitrah perempuan akan berakibat pada pelanggaran hak-hak perempuan, perbedaan atau variasi ddalam karakteristik sebagian orang menafsirkan hal demikian sebagai ketidak sempurnaan perempuan. namun bagaimanapun juga masyarakat harus jelis dalam membedakan setiap makna dari setiap kata, hingga lebel yang bersandar tidak akan menjatuhkan dan akan berakibat kehilangan arti yang sesunggnguhnya, berusaha melakukan upaya terbaik dalam penerjemahan suatu bahasa yang baik hingga dapat menjauhkan dogma-dogma yang buruk terhadap seorang perempuan. juga hal ini harus menimbulkan keheranan karena sistem ini secara natural merupakan sebuah sistem berfikir yang terpisah dari logika seseorang.

sumber pengabaian ini barangkali saja adalah karena perkembangan-perkembangan berlangsung begitu cepat dan efeknya bahwa, meskipun menyingkirkan malapetaka-malapetaka tertentu dari perempuan, namun tetap saja menimbulkan penderitaan dan kemalangan yang rendah bagi perempuan, namun substansinya perempuan adalah mitra yang riil dan valid karena itu perempuan haruslah memiliki hak-hak mutlak dan tak dapat dinafikkan sebagai manusia persis sebagai mahluuk tuhan yang paling mulia. 

namun bagi seorang perempuan untuk mewujudkan semuanya tak jauh adalah hadir dengan suatu wujud yang aslih dan isyarat yang dapat membuat semua orang sudah tidak lagi berkutik dengan dengan apa yang telah dibuktikan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PEREMPUAN DAN WUJUD LUKA

Oleh:   Nursalima Yoisangaji Yang  menjadi  pusat  perhatian  masyarakat secara umum terhadap perempuan adalah suatu objek yang tiada arti, lemah, terendah. Banyaknya stigma-stigma buruk yang selalu coba dilontarkan kepada setiap perempuan, hal ini yang menjadi kecenderungan dan budaya masyarakat secara sistematik. Langkah yang di ambil oleh setiap perempuan selalu menghadirkan pemahaman yang menyesatkan bagi perempuan sendiri, sekalipun dalam hal kebaikan dan kebenaran yang seharusnya kita bisa berbangga atas itu. Bagaimana seorang perempuan itu bisa menggali potensi dasarnya sebagai mahluk tuhan (perempuan), Imam Khomeini coba membuka cakrawala potensi yang dimiliki seorang perempuan. Pentingnya peran perempuan dalam membangun sebuah peradaban. Namun Sulit untuk menyatakan secara pasti jika kesadaran dan cara berfikir masyarakat masihlah berbekas kebudayaan silam Yang selalu menganggap suatu keberhasilan takkan bisa di genggam oleh yang namanya perempuan Hal i...
 SEKTOR PARIWISATA NYARIS TUMBANG AKIBAT COVID-19 Oleh: Astuti Alim     Wasek Internal Kohati komisariat syariah Dalam kehidupan, manusia selalu berusaha untuk memenuhi segalah kebutuhanya,Meskipun pada akhirnya tidak semua kebutuhan tersebut dapat di penuhi di karenakan banyak faktor yang mempengaruhinya di antaranya: kemampuan financial, kesadaran, maupun keterbatasan jumlah barang dan jasa yang tidak sebanding dengan meningkatnya kebutuhan manusia yang seolah-olah tidak terbatas. Sejak adanya instrruksi menjaga jarak sosial dan beraktifitas di rumah saja, sektor pariwisata lesu. Bahkan kelesuan itu sudah di rasakan sebelum Indonesia mengumumkan pada pasien positif corona pada awal Maret 2020 lalu. Dampak COVID – 19  yang muncul sejak akhir tahun 2019 lalu tidak hanya kesehatan saja, perokonomkan di berbagai Negara pun turut terkena imbasnya. Indusrti pariwisata sala satunya, Melemahnya industry pariwisata akibat COVID-19 hal ini juga terjadi di Indonesia beberapa ...