Langsung ke konten utama

PEREMPUAN DAN WUJUD LUKA

Oleh:

  Nursalima Yoisangaji


Yang  menjadi  pusat  perhatian  masyarakat secara umum terhadap perempuan adalah suatu objek yang tiada arti, lemah, terendah.

Banyaknya stigma-stigma buruk yang selalu coba dilontarkan kepada setiap perempuan, hal ini yang menjadi kecenderungan dan budaya masyarakat secara sistematik.

Langkah yang di ambil oleh setiap perempuan selalu menghadirkan pemahaman yang menyesatkan bagi perempuan sendiri, sekalipun dalam hal kebaikan dan kebenaran yang seharusnya kita bisa berbangga atas itu.

Bagaimana seorang perempuan itu bisa menggali potensi dasarnya sebagai mahluk tuhan (perempuan),

Imam Khomeini coba membuka cakrawala potensi yang dimiliki seorang perempuan. Pentingnya peran perempuan dalam membangun sebuah peradaban.

Namun Sulit untuk menyatakan secara pasti jika kesadaran dan cara berfikir masyarakat masihlah berbekas kebudayaan silam

Yang selalu menganggap suatu keberhasilan takkan bisa di genggam oleh yang namanya perempuan

Hal ini karena mayoritas orang-orang yang kehilangan kesadaran berbicara secara permanen, kesadaran untuk melakukan reinterpretasi terhadap teks-teks yang membuat terhadap persoalan yang dapat menjelaskan eksistensi kaum perempuan 

Harus adanya pencerahan pikiran para pemikir yang selalu mengulangi perkataan klisenya bahwa dunia saat ini adalah apa adanya tanpa harus ada perempuan

Yang lebih mengherankan adalah orang-orang tekun berfikir tentang dasar-dasar kehidupan sebagimana mereka berfikir tentang topik yang sama dengan kehidupan dan pameran yang berbeda

Disayangkan bagi para pengkonsumsi bahasa lama, dapat dibayangkan bahwa ada seorang hakim yang selalu mengklaim bahwa menurut undang-undang kematangan rasional dan intelektual sama sekali bukanlah syarat seseorang dalam berperkara

Situasinya justru terbalik,sikap mengabaikan fitrah perempuan akan berakibat pada pelanggaran hak-hak perempuan, perbedaan atau variasi dalam karakteristik sebagian orang menafsirkan hal demikian sebagai ketidaksempurnaan perempuan. 

Namun bagaimanapun juga masyarakat harus jelih dalam membedakan makna kelemahan dan kelembutan yang menjadi Lebel rendah terhadap perempuan.

Berusaha  melakukan upaya terbaik dalam penerjemahan suatu bahasa yang baik

Menjauhkan dogma bahwasanya airmata seorang perempuan adalah jawaban ketidakberdayaan dan kelemahan seorang perempuan, hal ini harus menimbulkan keheranan karena sistem ini secara natural merupakan sebuah sistem berfikir yang terpisah dari logika seseorang.

Hal ini hendaklah dikaji, dianalisis atau dievaluasi agar dapat mengetahui secara seksama, artinya adalah kita terlebih dahulu harus memandang fitrah sebagai panduan.

Sumber pengabaian ini, barangkali saja adalah karena perkembangan-perkembangan berlangsung cepat dan efeknya bahwa, meskipun menyingkirkan malapetaka-malapetaka tertentu dari perempuan, namun tetap saja menimbulkan penderitaan dan kemalangan yang rendah bagi perempuan

Namun substansinya perempuan adalah mitra yang riil dan valid dan karena itu perempuan haruslah memiliki hak-hak mutlak dan tak dapatkan dinafikan sebagai manusia persis sebagai mahluk tuhan yang paling mulia hanya karena setetes air mata dan sebuah langkah kaki yang salah.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

 SEKTOR PARIWISATA NYARIS TUMBANG AKIBAT COVID-19 Oleh: Astuti Alim     Wasek Internal Kohati komisariat syariah Dalam kehidupan, manusia selalu berusaha untuk memenuhi segalah kebutuhanya,Meskipun pada akhirnya tidak semua kebutuhan tersebut dapat di penuhi di karenakan banyak faktor yang mempengaruhinya di antaranya: kemampuan financial, kesadaran, maupun keterbatasan jumlah barang dan jasa yang tidak sebanding dengan meningkatnya kebutuhan manusia yang seolah-olah tidak terbatas. Sejak adanya instrruksi menjaga jarak sosial dan beraktifitas di rumah saja, sektor pariwisata lesu. Bahkan kelesuan itu sudah di rasakan sebelum Indonesia mengumumkan pada pasien positif corona pada awal Maret 2020 lalu. Dampak COVID – 19  yang muncul sejak akhir tahun 2019 lalu tidak hanya kesehatan saja, perokonomkan di berbagai Negara pun turut terkena imbasnya. Indusrti pariwisata sala satunya, Melemahnya industry pariwisata akibat COVID-19 hal ini juga terjadi di Indonesia beberapa ...

WOMEN NOT ONLY IN THE MIND

Oleh: Nursalimah Yoisangaji Sekertaris Kohati HMI Komisariat Syariah Iain Ternate Periode 2022-2023 Di dalam pandangan masyarakat perempuan adalah suatu keutuhan dalam meningkatkan potensi sebagai produk domestik dengan terus menempatkan perempuan sebagai skala subordinasi. hal ini bukanlah stigma yang baru terdengar di telinga, bahkan menjadi suatu keudayaan masyarakat secara meluas terhadap perempuan, hal ini dapat dijuluki sebagai diskriminasi dasar terhadap perempuan. karena pandanggan atau pola berfikir masyarakat terhadap perempuan hanyalah pada sisi terendah, hal ini akan menjadi budaya yang terstruktur sehingga akan berdampak pada setiap generasi perempuan yang akan terkungkung atas budayanya dan ruang berekspresi untuk perempuan sudah tidak lagi di mumpuni, dengan demikian stigma-stigma ini dapat menghadir problem yang secara otomatis membuat ruang gerak perempuan itu vakum.  paradigma masyarakat inilah yang harus diubah, dengan cara perempuan terus menghadirkan sesuatu ya...