Langsung ke konten utama

TAWANAN ABADI


Oleh: "RI"

  


Saat aku mengenalmu, seminggu setelah hari itu cinta datang menemuiku. Dia menghampiriku tanpa permisi, menggangu perhatianku yang pada saat itu aku sedang mengantar senja pulang.

Rutinitas yang ku lakukan sebelum aku di selimuti gelap, biasanya ku bawakan sepotong senja dari tepian pantai untukmu, di hari itu di gagalkan oleh cinta yang kedatangannya tidak ku kehendaki.

Serentak dia bertanya kepadaku, “siapa yang harus ku tawan?” aku hanya terdiam dengan sedikit bingung lalu mengabaikan pertanyaannya. Lalu Dia mengulanginya sebanyak 3 kali. Dengan ketidak tahuanku akupun menyaut “apa maksudmu?”

Dengan wajah tersenyum dia kemudian duduk di sampingku lalu memandangi jingga yang hampir berakhir dan berkata “untuk apa dengan sepotong senja yang kau bawakan pada seorang wanita di setiap harinya klau bukan karena rasa cinta?” lalu dia mengulangi lagi pertanyaan pertamanya, “siapa yang harus ku tawan”?

Terlintas dalam pikiranku, dari pada banyak berdebat soal rasa lebih baik aku ikuti saja apa yang dia bicarakan. “apakah setiap manusia yang jatuh cinta harus menjadi tawananmu?” tanyaku.

Lalu dengan gagahnya dia berkata “aku adalah hulu dari segala rasa, setiap aliran rasa itu berasal dariku. Rindu, cemburu, bahagia, takut, sedih, ceria, gelisah, serta apapun yang di rasakan manusia adalah bersumber dariku. Aku adalah pengendali semua yang keluar dari Qalbu. Semuanya akan menjadi tawananku”.

“Jika seperti itu, jadikanlah kami berdua sebagai tawananmu. Agar senantiasa kami selalu bersama walaupun sebagai budakmu”. Pintaku padanya.

“tidak bisa, aku hanya akan menawan salah satu di antara kalian. Kesempurnaan bukanlah kesamaan yg bercampur tp perbedaan yg saling mengisi. Yg menjadi tawananku akan selalu tunduk dan patuh pada hatinya, dan yg ku bebaskan lebih cenderung pada pikiran dan hasratnya. Jd pilih lah siapa yang lu tawan?”. Tegasnya sambil menatapku dengan tatapan yg menembus jiwaku. 

Tanpa ragu dan dengan penuh keyakinan aku menjawab pertanyaannya “ jadi kanlah aku tawananmu, yang selalu tundul pada kehendak rasa. Selalu berkiblat pada fatwa hati. Akan kuhibahkan seluruh hidupku untuknya, menjadi apa yg di inginkannya, dan  menjadi bagian dari dirinya.  Jadikan aku budakmu wahai cinta, belenggulah hasratku pada selain dia, tularkan takdir buruknya dengan takdir baikku agar aku yg menanggung segala deritanya. Aku ingin melihatnya terbang bebas menggapai setiap asa dan tersenyum lepas meraih cita”.

Setelah mendengarkan jawabanku, cintapun berdiri dan mengikat hasratku, dan semua bentuk keinginan selain dirimu. Dia hanya meninggalkan hati sebagai bekalku menemanimu.

Hingga saat ini, aku tak tahu kemana dia menyimpan hasrat dan keinginanku. Yang aku tahu aku hanya punya hati untukmu.





Komentar

Postingan populer dari blog ini

PEREMPUAN DAN WUJUD LUKA

Oleh:   Nursalima Yoisangaji Yang  menjadi  pusat  perhatian  masyarakat secara umum terhadap perempuan adalah suatu objek yang tiada arti, lemah, terendah. Banyaknya stigma-stigma buruk yang selalu coba dilontarkan kepada setiap perempuan, hal ini yang menjadi kecenderungan dan budaya masyarakat secara sistematik. Langkah yang di ambil oleh setiap perempuan selalu menghadirkan pemahaman yang menyesatkan bagi perempuan sendiri, sekalipun dalam hal kebaikan dan kebenaran yang seharusnya kita bisa berbangga atas itu. Bagaimana seorang perempuan itu bisa menggali potensi dasarnya sebagai mahluk tuhan (perempuan), Imam Khomeini coba membuka cakrawala potensi yang dimiliki seorang perempuan. Pentingnya peran perempuan dalam membangun sebuah peradaban. Namun Sulit untuk menyatakan secara pasti jika kesadaran dan cara berfikir masyarakat masihlah berbekas kebudayaan silam Yang selalu menganggap suatu keberhasilan takkan bisa di genggam oleh yang namanya perempuan Hal i...
 SEKTOR PARIWISATA NYARIS TUMBANG AKIBAT COVID-19 Oleh: Astuti Alim     Wasek Internal Kohati komisariat syariah Dalam kehidupan, manusia selalu berusaha untuk memenuhi segalah kebutuhanya,Meskipun pada akhirnya tidak semua kebutuhan tersebut dapat di penuhi di karenakan banyak faktor yang mempengaruhinya di antaranya: kemampuan financial, kesadaran, maupun keterbatasan jumlah barang dan jasa yang tidak sebanding dengan meningkatnya kebutuhan manusia yang seolah-olah tidak terbatas. Sejak adanya instrruksi menjaga jarak sosial dan beraktifitas di rumah saja, sektor pariwisata lesu. Bahkan kelesuan itu sudah di rasakan sebelum Indonesia mengumumkan pada pasien positif corona pada awal Maret 2020 lalu. Dampak COVID – 19  yang muncul sejak akhir tahun 2019 lalu tidak hanya kesehatan saja, perokonomkan di berbagai Negara pun turut terkena imbasnya. Indusrti pariwisata sala satunya, Melemahnya industry pariwisata akibat COVID-19 hal ini juga terjadi di Indonesia beberapa ...

WOMEN NOT ONLY IN THE MIND

Oleh: Nursalimah Yoisangaji Sekertaris Kohati HMI Komisariat Syariah Iain Ternate Periode 2022-2023 Di dalam pandangan masyarakat perempuan adalah suatu keutuhan dalam meningkatkan potensi sebagai produk domestik dengan terus menempatkan perempuan sebagai skala subordinasi. hal ini bukanlah stigma yang baru terdengar di telinga, bahkan menjadi suatu keudayaan masyarakat secara meluas terhadap perempuan, hal ini dapat dijuluki sebagai diskriminasi dasar terhadap perempuan. karena pandanggan atau pola berfikir masyarakat terhadap perempuan hanyalah pada sisi terendah, hal ini akan menjadi budaya yang terstruktur sehingga akan berdampak pada setiap generasi perempuan yang akan terkungkung atas budayanya dan ruang berekspresi untuk perempuan sudah tidak lagi di mumpuni, dengan demikian stigma-stigma ini dapat menghadir problem yang secara otomatis membuat ruang gerak perempuan itu vakum.  paradigma masyarakat inilah yang harus diubah, dengan cara perempuan terus menghadirkan sesuatu ya...