Langsung ke konten utama

22 TAHUN SEBAGAI ANGKA YANG GENAP, PENDUDUK KABUPATEN BURU (NAMLEA) SUDAH TIDAK HARUS LAGI   MISKIN DI  WILAYAH YANG KAYA.



Oleh: Nursalima Yoisangaji

Pulau buru merupakan salah satu pulau besar di kepulauan maluku, dengan luas 8.473 ,2 km, dan panjang garis pantai 427,2 km, pulau buru menempati urutan ketiga setelah pulau halmahera di maluku utara dan pulau seram di maluku tengah. Secara umum pulau buru merupakan perbukitan dan pegunungan, puncak tertingi mencapai 2.736 m.

lebih dari itu pulau buru juga dikenal sebagai wilayah sumber perekonomian yang  cukup  memadai, dengan adanya segalah hasil bumi contoh kecilnya seperti yang kita ketahui pala, cengkeh, coklat, kelapa, minyak kayu putih. 

Bahkan uraian pada paragraf kedua di atas sebagai daerah perbukitan dan pegunungan sebagian orang mengatakan bahwa pulau buru di lekatkan dengan  daerah yang memiliki gunung emas. Artinya bahwa pulau buru (NAMLEA) adalah wilayah yang kaya, lantas secara empirisnya masarakat setempat selalu menjerit, kini bukan lagi hasil bumi yang menjadi kekayaan di dalam wilayah tersebut namun air mata masyarakat yang begitu tayang sebagai wujud kemiskinan.

Dalam kekayaan alamnya, orang-orang sekedar mengenal, mendengar melihat pada kulitnya mengenai apa itu pulau buru, apa itu gunung emas yang berada disana,  memiliki kekayaan hasil bumi sangat melimpah dan mengatakan cukup kaya bagi masyarakat NAMLEA, realitanya  seperti pepohonan yang tidak membuahkan hasil,  kekayaan bagi masyarakat setempat semuanya hanya mengisahkan bayangan, di konsumsi oleh orang asing, di hancurkan oleh kaum  kapitalis, umur yang semakin tua 22 tahun tepatnyah 11 oktober 1999, semogah pulih dari sakitnya, sehinga wilayah yang di kenal banyak orang sebagai negeri kaya akan sumber perekonomian bukanlah hanya nama hilang barangnya karena di curih oleh orang asing dan kaum pribumi kapitalis.

solusi akan hal ini adalah bagaimana peran anak muda terkususnya anak muda pulau buru (NAMLEA) sebagai agent of change.

 jadikan daerah sebagai rahim kedua kita tumbuhkan dan bangkitkan rasa kepedulian kepadanya. Bersatu untuk negeri (ALE RASA BETA RASA) dirgahayu Namlea kabupaten buru yang ke 22 tahun semoga semakin berkembang dan terus maju.S

Salam gandong Basudara dong samua


Ternate, 11 Oktober 2021





Komentar

Postingan populer dari blog ini

PEREMPUAN DAN WUJUD LUKA

Oleh:   Nursalima Yoisangaji Yang  menjadi  pusat  perhatian  masyarakat secara umum terhadap perempuan adalah suatu objek yang tiada arti, lemah, terendah. Banyaknya stigma-stigma buruk yang selalu coba dilontarkan kepada setiap perempuan, hal ini yang menjadi kecenderungan dan budaya masyarakat secara sistematik. Langkah yang di ambil oleh setiap perempuan selalu menghadirkan pemahaman yang menyesatkan bagi perempuan sendiri, sekalipun dalam hal kebaikan dan kebenaran yang seharusnya kita bisa berbangga atas itu. Bagaimana seorang perempuan itu bisa menggali potensi dasarnya sebagai mahluk tuhan (perempuan), Imam Khomeini coba membuka cakrawala potensi yang dimiliki seorang perempuan. Pentingnya peran perempuan dalam membangun sebuah peradaban. Namun Sulit untuk menyatakan secara pasti jika kesadaran dan cara berfikir masyarakat masihlah berbekas kebudayaan silam Yang selalu menganggap suatu keberhasilan takkan bisa di genggam oleh yang namanya perempuan Hal i...
 SEKTOR PARIWISATA NYARIS TUMBANG AKIBAT COVID-19 Oleh: Astuti Alim     Wasek Internal Kohati komisariat syariah Dalam kehidupan, manusia selalu berusaha untuk memenuhi segalah kebutuhanya,Meskipun pada akhirnya tidak semua kebutuhan tersebut dapat di penuhi di karenakan banyak faktor yang mempengaruhinya di antaranya: kemampuan financial, kesadaran, maupun keterbatasan jumlah barang dan jasa yang tidak sebanding dengan meningkatnya kebutuhan manusia yang seolah-olah tidak terbatas. Sejak adanya instrruksi menjaga jarak sosial dan beraktifitas di rumah saja, sektor pariwisata lesu. Bahkan kelesuan itu sudah di rasakan sebelum Indonesia mengumumkan pada pasien positif corona pada awal Maret 2020 lalu. Dampak COVID – 19  yang muncul sejak akhir tahun 2019 lalu tidak hanya kesehatan saja, perokonomkan di berbagai Negara pun turut terkena imbasnya. Indusrti pariwisata sala satunya, Melemahnya industry pariwisata akibat COVID-19 hal ini juga terjadi di Indonesia beberapa ...

WOMEN NOT ONLY IN THE MIND

Oleh: Nursalimah Yoisangaji Sekertaris Kohati HMI Komisariat Syariah Iain Ternate Periode 2022-2023 Di dalam pandangan masyarakat perempuan adalah suatu keutuhan dalam meningkatkan potensi sebagai produk domestik dengan terus menempatkan perempuan sebagai skala subordinasi. hal ini bukanlah stigma yang baru terdengar di telinga, bahkan menjadi suatu keudayaan masyarakat secara meluas terhadap perempuan, hal ini dapat dijuluki sebagai diskriminasi dasar terhadap perempuan. karena pandanggan atau pola berfikir masyarakat terhadap perempuan hanyalah pada sisi terendah, hal ini akan menjadi budaya yang terstruktur sehingga akan berdampak pada setiap generasi perempuan yang akan terkungkung atas budayanya dan ruang berekspresi untuk perempuan sudah tidak lagi di mumpuni, dengan demikian stigma-stigma ini dapat menghadir problem yang secara otomatis membuat ruang gerak perempuan itu vakum.  paradigma masyarakat inilah yang harus diubah, dengan cara perempuan terus menghadirkan sesuatu ya...